Toga Pengganti Obat Kimia

Indonesia merupakan salah satu negara tropis, yaitu negara yang hanya memiliki dua iklim yaitu kemarau dan hujan. Akibat dari adanya iklim tersebut, terdapat keragaman  hayati yang tumbuh di tanah Indonesia. Banyak tumbuhan dan tanaman yang  dapat dimanfaatkan untuk obat-obatan.  Tanaman obat-obatan ini bisa dimanfaatkan untuk mengobati penyakit yang diderita oleh manusia. Tanaman obat-obatan di Indonesia biasa dikenal dengan toga. Toga atau kepanjangan dari tanaman obat keluarga merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai obat tradisional. sejak zaman nenek moyang tanaman obat keluarga sudah dipergunakan sebagai sarana pengobatan bagi keluarga di rumah. Karena toga tidak memiliki efek samping selama cara membuat dan meraciknya benar. Namun saat ini kebanyakan masyarakat lebih memilih obat kimia karena lebih praktis dan penyembuhannya lebih cepat. Berbeda dengan obat kimia, penggunaan obat kimia jika digunakan terus menerus maka akan memunculkan efek samping. Jika tidak cocok atau kebanyakan mengonsumsinya akan memunculkan efek samping, seperti menimbukan penyaki jantung, ketergantungan obat kimia tertentu, menimbulkan kerusakan hati, menimbulkan gangguan pernapasan dan masih banyak lagi efek saming dari obat-obatan kimia jika digunakan secara terus menerus.

Melihat bahwa obat kimia sangatlah tidak baik jika dikonsumsi secara terus-menerus maka Kelompok KKN 316 UNY 2018 kami memilih toga sebagai salah satu program utama. Kami memiih toga sebagai salah satu program kerja karena dirasa dapat bermanfaat bagi masyarakat di Desa Ngasinan. Toga adalah tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Biasanya toga dapat ditanam dipekarangan rumah dan dapat pula dibudidayakan. Dengan memilih tanaman toga diharapkan warga mampu secara mandiri dapat memanfaatkan tanaman toga. Program tanaman toga dilaksanakan karena diperlukan adanya aternatif pengobatan yang dapat dilakukan secara mandiri untuk dapat menciptakan lingkungan dan masyarakat yang sehat. toga adalah tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat.

Budidaya tanaman obat keluarga dapat memacu usaha kecil dan menengah di bidang obat-obatan herbal sekalipun dilakukan secara individual. Setiap keluarga dapat membudidayakan tanaman obat secara mandiri dan memanfaatkannya sehingga akan terwujud prinsip kemandirian dalam pengobatan keluarga.Oleh karena itu, kami sebagai mahasiswa KKN Universitas Negeri Yogyakarta  menyelenggarakan program yaitu “Penanaman Tanaman Obat Menuju Dusun Ngasinan Sehat”sebagai langkah awal untuk menanamkan jiwa yang mandiri serta peduli akan kesehatan pada masyarakat.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan